Berita

Kebumen Berhasil Raih WTP Keenam Kali dari BPK RI
Berita Terbaru , @ 20/05/2020 10:36:09
Tim Irban I, jadi Tim Audit terbaik 2019
Berita Terbaru , @ 03/03/2020 11:18:48
Akhirnya, Pemkab Kebumen Bisa Raih SAKIP B
Berita Terbaru , @ 03/03/2020 10:54:25
Tim Saber Pungli Kebumen Kawal Pilkades Serentak Gelombang III/2019
Berita Terbaru , @ 01/11/2019 10:55:27

Polling

Bagaimanakah pelayanan Inspektorat Kabupaten Kebumen ?
Sangat Baik
Baik
Cukup
Kurang
Tidak Tahu

Submit Lihat Hasil Polling

Berita / Berita Terbaru / Detail

Akhirnya, Pemkab Kebumen Bisa Raih SAKIP B

Berita Terbaru 03 Maret 2020 10:54:25 WIB sukamto dibaca 101 kali

Setelah penantian bertahun-tahun, akhirnya Pemerintah Kabupaten Kebumen meraih predikat/kategori B dalam implementasi Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) tahun 2019. Hasil evaluasi SAKIP tahun 2019 tersebut diserahkan langsung oleh Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Tjahyo Kumolo, di Ballroom Hotel Tentrem Yogyakarta, Senin, 24 Februari 2020. Hadir dalam acara tersebut Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo dan Bupati/Walikota yang menerima penghargaan SAKIP Award. Turut hadir mendamping Bupati Kebumen, adalah Sekda H Ahmad Ujang Sugiono SH, Kepala BAPPEDA Pudjirahaju, Inspektur Dyah Woro Palupi dan Kabag Organisasi Setda Kus Haryati.
Sampai dengan tahun 2018 lalu, nilai SAKIP Kabupaten Kebumen masih kategori CC (nilai 58,72) dan di tahun 2019 naik menjadi kategori  B (nilai 61,85).  Nilai B artinya, akuntabilitas kinerjanya sudah baik, memiliki sistem yang dapat digunakan untuk manajemen  kinerja, dan perlu sedikit perbaikan.
Hampir semua elemen SAKIP Kebumen 2019 mengalami kenaikan, yakni perencanaan kerja dari 20.29 menjadi 21.13, pengukuran kinerja 13.78 menjadi 14.19, pelaporan kinerja dari 9.66 naik menjadi 9.83, evaluasi internal dari 5.88 menjadi 6.06. Sedangkan, capaian kinerja dari nilai 9.11 naik menjadi 10.64.
Menteri PANRB, Tjahjo Kumolo, mengatakan Kementerian PANRB setiap tahunnya melaksanakan evaluasi atas implementasi SAKIP pada seluruh kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah. Evaluasi untuk mendorong akuntabilitas kinerja berorientasi hasil, serta melakukan pembinaan yang berkesinambungan di seluruh instansi pemerintah. "Hasil evaluasi SAKIP pada tahun 2019 menunjukkan perbaikan yang ditunjukkan dengan peningkatan nilai rata-rata hasil evaluasi pada tingkat provinsi dan kabupaten/kota," kata Tjahjo, dalam sambutannya. Untuk kabupaten/kota, rata-rata nilai hasil evaluasi meningkat dari 56,53 di tahun 2018, menjadi 58,97 di tahun 2019. Sedangkan untuk tingkat provinsi, nilainya rata-ratanya meningkat dari 67,28 di tahun 2018 menjadi 69,63 di tahun 2019.
 Analisis terhadap hasil evaluasi menunjukkan bahwa Pemerintah Daerah dengan kategori B ke bawah, memiliki potensi inefektivitas dan inefisiensi anggaran setidaknya sebesar 40 persen dari total APBD. Semakin tinggi nilai/kategori yang didapat, maka potensi inefektivitas dan inefisiensi anggaran semakin mengecil. Perbaikan hasil evaluasi tersebut juga sejalan dengan semakin besarnya potensi inefisiensi yang dapat dicegah oleh Pemerintah Daerah yang mengalami kenaikan kategori. Tercatat sebesar Rp 41,15 triliun pada 2017 dan Rp 65,1 triliun pada 2018 potensi pemborosan dapat dicegah. Sedangkan data sementara yang terkumpul di tahun 2019, potensi pemborosan yang dapat dicegah sebesar Rp 5,7 triliun.
Sejalan dengan peningkatan nilai SAKIP Kabupaten, maka nilai SAKIP OPD di Kabupaten Kebumen juga semakin meningkat. Hasil evaluasi SAKIP OPD  oleh Inspektorat, menunjukan ada 9 OPD telah mencapai kategori BB (nilai 70-80) dan 13 OPD kategori B (60-70).  Namun masih ada lima OPD dengan SAKIP CC/C (nilai di bawah 60) yakni; Disperindag (59,06); DPUPR (57,31); Dispermades-P3A (56,79); RSDS kebumen (55,47) dan Sekreatariat DPRD (30,04). Karena itu, Bupati Kebumen di berbagai kesempatan meminta agar OPD bisa  meningkatkan SAKIPnya.